JAKARTA–MI: Garuda Bandung menorehkan sejarah baru menembus final A Mild Indonesian Basketball League (IBL) untuk pertama kalinya setelah mengalahkan XL Aspac Jakarta di hari kedua final four, Minggu (27/4).
Kemenangan tipis Garuda 70-68 diraih secara dramatis di detik-detik terakhir pertandingan. Denny Sumargo menjadi pahlawan Garuda dengan memasukkan poin kemenangan di saat terakhir.
Di hari pertama final four, Sabtu (26/4), Garuda pun mencatat kemenangan tipis 83-82 atas Aspac.
Lolosnya Garuda ini meruntuhkan stereotip final IBL yang selalu didominasi Aspac dan Satria Muda Britama selama lima tahun sejak IBL digelar 2003.
Aspac yang berambisi mempertahankan tradisi lolos ke final langsung menguasai lapangan sejak awal permainan. Mario Wuysang menjadi motor serangan Aspac. Kuarter pertama direbut Aspac dengan poin 26-18.
Di kuarter kedua Aspac masih mendominasi permainan. Dengan pertahanan yang solid, beberapa kali upaya serangan Garuda berhasil dipatahkan. Playmaker Garuda Denny Sumargo menjadi incaran lawan Garuda, sehingga gagal membantu timnya mencetak poin. Garuda pun tertinggal makin jauh 30-46.
Tapi di kuarter ketiga, Garuda tampil lebih agresif. Serangan-serangan Garuda lebih hidup dan cukup menyulitkan Aspac. Garuda memperkecil selisih poin hingga 52-59. Sayangnya Garuda harus kehilangan pemain pilarnya Kelly Purwanto yang cedera karena dilanggar lawan.
Kuater terakhir permainan semakin panas. Garuda semakin bersemangat untuk mengejar angka hingga menyamakan kedudukan 68-68. Di detik terakhir, Denny Sumargo mencetak poin kemenangan Garuda.
Pelatih Garuda Rastafari Horongbala mengaku kemenangan dramatis ini bisa diraih berkat kerja sama tim.
“Di babak pertama tim saya sudah bernafsu untuk menang 2-0, sehingga main secara individual,” jelasnya.
Baru setelah kuarter ketiga, Garuda bisa bermain secara tim. Fari, panggilan akrabnya, menilai bahwa kemenangan Garuda ini juga tak lepas dari lengahnya Aspac. “Saya melihat Aspac sudah terbuai dengan selisih angka yang cukup jauh 16 angka di akhir kuarter kedua,” katanya.
Di final, Garuda akan menghadapin pemenang partai antara juara bertahan SM Britama melawan Bhinneka Solo. “Asalkan bisa bermain secara tim, bukan individual, saya yakin tim saya bisa menghadapi tim manapun,” tandasnya.






eMmmm…
maJu tRz bWt gaRuda bAnDuNg,,gW sKa bgD sMa pRmaiNan kaLian wKtu lawaN SM brItaMa cZ daHsyaT bGd…
eMaNg pErmaiNan yG dRamatiS bgD,,
Gw sUka bGd Ma dENny suMarGo cZ kRenZ aJa sMoga aZa aSLi’a GaK sOmBoNg N aNgKuH,,,
meonk_luph@neh.vta
-GanBatTe KuDaSai-